Sabtu, 02 Juli 2011

Memupuk Cita-Cita (For Muslim)

 Islam Menganjurkan Anda Untuk Bercita-Cita Yang Tinggi



Kita kini berada pada zaman, dimana sebagian kaum muslimin semangatnya sudah mati, maka keinginan belajar ilmu syar’ie semakin melemah dan kemauan untuk belajar dan mengajarinya semakin menurun.


Semoga Allah merahmati Ibnu Jarir Ath-Thabrani. Suatu saat ia pernah berkata kepada muridnya, "Apakah kalian siap untuk menulis sejarah?" para murid bertanya, "Berapa lembar?" Ibnu Jarir berkata, "Tiga puluh ribu lembar." Mereka berkata, "Ini suatu yang sulit yang menghabiskan seluruh umat." Ibnu jarir berkata, "la haula wala quwata illa billah, semangat sudah mati." (lihat Tarikh Baghdad, Khatib Al-Baghdady, hal: 2)

Lantas apa sekiranya yang akan dikatakan Ibnu Jarir ketika menjumpai masa kita ini, yang seseorang tidak bisa memaksa dirinya untuk menulis atau menghafal tiga puluh lembar?

Islam adalah agama yang menganjurkan memiliki harapan yang tinggi, obsesi untuk maju, dan senantiasa mencurahkan perhatian kepada masalah-masalah besar yang menjadi pokok pedoman dalam hidup. Perhatikanlah sifat yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang bersegera untuk melakukan kebaikan,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (Al-anbiya’: 90 )

Dan Allah mengajak kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan amal shalih,sebagaimana firmnNya,“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba”. (Al-muthaffifin: 26 )

Rosulullah shalallohu ‘alaihi wasallam menyeru kepada kita agar memiliki semangat yang tinggi untuk berlomba-lomba dalam ketaatan dan berusaha keras dalam beramal shalih. Beliau shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
عَنْ أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « بادِروا بالأعْمالِ الصَّالِحةِ ، فستكونُ فِتَنٌ كقطَعِ اللَّيلِ الْمُظْلمِ يُصبحُ الرجُلُ مُؤمناً ويُمْسِي كافراً ، ويُمسِي مُؤْمناً ويُصبحُ كافراً ، يبيع دينه بعَرَضٍ من الدُّنْيا» رواه مسلم
“Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan kebaikan sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita.” Dipagi hari seorang itu menjadi orang mu’min dan sore hari menjadi orang kafir, ada lagi yang disore hari masih sebagai seorang mu’min, tetapi dipagi hari telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan.” (Riwayat Muslim)

Sangat jauh bedanya antara orang yang berkeinginan sebatas makan dan minum serta syahwat, dengan mereka yang menggantungkan cita-citanya pada istana surga dan kenikmatan di dalamnya.

Hasan al-bashri berkata, “apabila anda mendapatkan seorang yang mengalahkanmu dalam urusan dunia, maka kalahkan dia dalam urusan akhirat”
Wahb bin alward berkata, “ Kalau anda mampu untuk tidak ada yang mendahului menuju Allah, maka lakukanlah!” (al-fawaid, ibnul qayyim)

Oleh karena itu, orang yang bangun tidak sama dengan orang yang tidur, sesungguhnya surga Allah mahal harganya (ar-raqaiq, muhammad ar-rasyid)

Mari kita pergunakan waktu kita! Karena umur itu singkat, kematian semakin dekat, perjalanan ini penuh rintangan, banyaknya keterpedayaan yang menjebak, tantangan semakin keras, bahaya semakin besar dan orang yang mencela semakin kritis. Apabila datang pendekar kemalasan kepada kita dengan berkata, “Kiranya anda mau istirahat bersama kami?” Maka jawablah dengan perkataan ‘Umar bin ‘abdul aziz, “Dimanakah terdapat istirahat? Sungguh ia telah tiada. Tidak ada istirahat kecuali di sisi Allah. Ketahuilah tidak ada tempat istirahat bagi seorang hamba kecuali di bawah pohon Thuba (keberuntungan) di surga tempat berbagai kenikmatan.”

Saudaraku, jadikan slogan kita yaitu perkataan imam ahmad kepada puteranya, “Saya telah menginfakkan diriku untuk perjuangan.” Lalu ketika imam ahmad ditanya kapan seorang itu bisa istirahat? Beliau menjwab, “ketika pertama kali kaki ini telah menginjakkan salah satu kakinya di surga”.

Maka ingatlah perkataan Syumaith bin ajlan ketika berkata, “Bersabarlah terhadap penderitaan hidup, janji (balasan) sudah ada di sisi Allah.”


sumber : 102 kiat agar semangat belajar membara
http://www.frewaremini.com

| Mau Kembali Keberanda? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi Respon yang Baik