Kamis, 12 Januari 2012

Beralasan Terhadap Takdir

Pertanyaan diajukan kepada syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah al-majid :

Jika keberadaan perjalanan hidup manusia telah ditetapkan (oleh Allah, pen), dan segala sesuatu itu telah ditakdirkan dan telah tertulis di dalam lauhil mahfudz, dan apa saja yang ada di lauhil mahfudz telah tetap tidak akan bisa berubah lagi. Maka apakah manfaatnya do’a bila seorang  manusia tertimpa musibah, karena sesungguhnya apa-apa yang Allah telah takdirkan baginya maka akan terjadi?




Jawaban :

Ya, setiap perkara yang terjadi pada manusia, sungguh Allah ta’ala telah  takdirkan baginya dan telah Allah tetapkan untuknya. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (al-qamar 49)

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (at-takwir 29)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
واعلم أن الأمة لو اجتمعوا على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، وإن اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Ketahuilah sesungguhnya seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberimu manfaat, niscaya mereka tidak akan memberi manfaat apa pun kepadamu selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu untuk membahayakanmu, niscaya mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (penulis takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menulis takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi)

Namun hal ini bukan maksudnya bahwa seorang manusia itu meninggalkan amalan (usaha, pen) dan kemudian beralasan dengan takdir atau dia mengerjakan amal kemaksiatan dan kemudian beralasan dengan takdir

Sebab Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

"ما من نفس منفوسة إلا وقد كتب الله مكانها من الجنة والنار وإلا وقد كتبت شقية أو سعيدة، قيل: أفلا نتكل؟ قال: "لا، اعملوا ولا تتكلوا، فكل ميسر لما خلق له، أما أهل السعادة فييسرون لعمل أهل السعادة، و أما أهل الشقاوة فييسرون لعمل أهل الشقاوة"
“Tidak ada suatu jiwa pun kecuali Allah telah menetapkan tempatnya di surga atau di neraka, dan telah ditetapkan juga ia itu menderita atau bahagia.” Dikatakan (oleh sahabat): “Apakah kami berpangku tangan saja?” Rasaulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : ““Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah untuk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” (HR. Ahmad dan Muslim)

Wallahu a’lam


http://www.frewaremini.com

| Mau Kembali Keberanda? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi Respon yang Baik